|
Newsflash |
|
KOPDAR : Kamis jam 16.30 wib depan Gedung Sate dan Sabtu Jam 19.00 di XL Center Jl. Riau |
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Sabtu, 05 April 2008 |
Saat ini, sangat mudah untuk mendapati SPBU (stasiun pompa bensin umum). Apalagi di kawasan perkotaan, tak lebih dua kilometer, tersedia pom bensin (demikian sejumlah kalangan menyebutnya) dengan fasilitas pompa digital dan pelataran yang luas.
Namun, pernahkah terpikir bahwa bila salah pilih SPBU, Anda bisa sangat dirugikan. Rugi karena bensin uyang terbeli bisa saja berkualitas buruk dan meter pengukur pada pompa SPBU pun berjalan tak sesuai standar.
Telah menjadi rahasia umum, bahwa kala distribusi bahan bakar minyak (BBM) berlangsung, kala itu pula tindak pidana berjalan. Bensin dari Pertamina dicampur dengan minyak tanah sehingga angka oktannya turun. Ini dilakukan komplotan untuk meneguk keuntungan berlipat ganda. Seperti halnya 'argo kuda' yang sering diterapkan perusahaan taksi nakal, demikian pula meter pompa SPBU, sering tak luput dari tindak kenistaan tersebut. Misalnya, ukuran penunjuk satu liter tapi sebetulnya jumlah BBM yang masuk kurang dari volume tersebut.
Lalu, bagaimana mengetahui bahwa BBM mobil berkualitas buruk dan jumlahnya pun tak sesuai takaran. Sebetulnya, dengan beberapa pengamatan dan pengujian sederhana pada mobil bersangkutan, bisa diketahui kemungkinan itu. Berikut beberapa hal yang perlu menjadi perhatian konsumen kala memilih SPBU. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Memilih dan Merawat Ban Motor |
|
Ditulis Oleh Web Admin
|
|
Jumat, 04 April 2008 |
|
By Girifumi Di kalangan bikers ban merupakan peranti standar yang wajib ada. Ya iyalah, gimana bisa ‘nggelindhing tanpa ban? Banyak pilihan dalam memilih ban mulai dari jenis tubeless dan pakai ban dalam atau tidak. Kesulitan memilih bertambah kian maraknya merek ban dan jenis kembangannya istilah kerennya pattern. Langkah awalnya yang sederhana adalah memilih ban yang di bannya terdapat label SNI. Untuk mendapatkan label SNI ini perusahaan ban maupun importir harus melakukan pengujian di laboratorium yang telah ditunjuk di Indonesia. Sample diambil dari pabrik ataupun yang ada di pasaran kemudian disegel sedemikian rupa lalu dikirimkan ke laboratorium. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Jumat, 04 April 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh dekeizer
|
|
Kamis, 03 April 2008 |
Pertamax Vs Premium Pilih Sesuai Kompresi
Harga Pertamax dan Pertamax Plus melangit, membuat anda memilih menggunakan premium ,sudah pasti tenaga akan berkurang. Wajar saja karena angka oktan keduanya berbeda. Pertamax dipatok 92-95, sedangkan Premium di angka 82. Angka oktan menyatakan kandungan molekul iso oktan di bensin. Molekul ini yang menahan terjadinya mengelitik atau detonasi. Sehingga makin tinggi oktan, kuat terhadap kompresi tinggi.
Kompresi berbanding lurus dengan angka oktan. Kompresi wajib diimbangi oktan tinggi. Kesesuaian angka oktan dengan kompresi akan memperkecil kemungkinan terjadi gejala menggelitik. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Rabu, 14 Mei 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Honda Raja di Dunia Roda Dua |
|
Ditulis Oleh Web Admin
|
|
Senin, 31 Maret 2008 |
|
PADANG—Kalau ditanyakan kepada khalayak ramai, sepeda motor apa yang terbukti bandel dan irit di Indonesia ini, tentu mereka berucap sama, Honda! Dan jika ditanyakan lagi sepeda motor merek apa yang terbukti tangguh sejak puluhan tahun dan bernilai jual tinggi serta pemakaian BBMnya paling irit, mereka juga mengucap satu kata, Honda! Merek Honda secara tidak resmi sudah tertanam di benak rakyat Indonesia. Itu bisa dibuktikan manakala kita mendengar percakapan keseharian masyarakat Indonesia tentang sepeda motor. Mereka kadangkala mengatakan Honda untuk menyebut sepeda motor. Di Sumatra Barat hal itu memang terjadi. Masyarakatnya menyebut sepeda motor dengan Honda. Tidak merek lain. Hal ini sudah terjadi sejak produk Honda menyerbu Sumbar sejak tahun 1970-an. Mungkin di daerah lain fenomena seperti ini juga terjadi. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Sabtu, 03 Mei 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Web Admin
|
|
Sabtu, 29 Maret 2008 |
Merawat Helm Di negara tropis dan berdebu, pemakaian helm pasti tak sebatas karena pertimbangan pengamanan. Melindungi diri dari panas dan terpaan debu juga menjadi faktor penting, sehingga pengendara motor memerlukan helm, khususnya dari jenis full face --dengan penutup kaca pada seluruh muka. Namun, betapa pun helm dipakai untuk melindungi terpaan panas dan debu, piranti ini juga bakal menggangu pemakainya bila salah merawatnya. Bau apek dan kaca berjamur bakal menjadi gangguan paling sering muncul, bila pemakai tak merawatnya dengan baik. Majalah Motoriders terbitan terakhir menuliskan sejumlah tips untuk perawatan helm sebagai berikut: |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Rabu, 14 Mei 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
7 Peti Mati (7 Deadly Bins) |
|
Ditulis Oleh Web Admin
|
|
Sabtu, 29 Maret 2008 |
|
Artikel berikut adalah 7 skenario tabrakan yg didasari dari kecelakaan yg sebenarnya dimana si pengendara2 motor ybs tewas. Mereka tak sempat menerangkan apa yg salah, jadi dibuatlah skenario ini, menghindari maut dan tetap selamat dgn mempelajari kesalahan mereka. 1. Perpotongan Jalur Berbahaya (Junction Jeopardy)
Pembunuh nomor satu, tabrakan di perpotongan jalur selalu sama dan berakibat serius, dapat terjadi pada siapa saja yg biasanya pengendara lain yg terlibat mengklaim bahwa mereka tak melihat ada motor datang, meskipun begitu pengendara motor bisa menghindari dgn defensive riding dan tetap awas.
Apa yg salah : Pengendara motor berjalan di belakang sebuah mobil, ketika mobil tsb belok kiri, motor melaju bermanuver melewati mobil tsb di sisi kanan, ternyata dari arah kiri ada mobil lain yg melaju baik lurus maupun belok kanan/kiri. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Sabtu, 29 Maret 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Web Admin
|
|
Jumat, 28 Maret 2008 |
|
Sumber : http://bima.ipb.ac.id/~anita/tips_hemat_bbm.htm Tip's Hemat BBM (Terimakasih buat Wiwied yang sudah mengirimkan tips ini) Macet boros, ngebut pun boros Laporan Strategic Urban Road Infrastructure (SURIP) pada 1997 menunjukkan karakteristik transportasi perkotaan Indonesia dicirikan oleh kemacetan yang kian serius. Salah satu penyebabnya, perilaku mengemudi pemakai jalan yang tidak disiplin. Kemacetan ini memboroskan BBM senilai sekitar Rp 10 triliun/tahun. Itu baru tahun 1997, apalagi sekarang dengan semakin bertambahnya jumlah kendaraan yang ada di jalanan, mungkin kita juga bisa melihat hal itu, berapa kali peningkatan jumlah kendaraan dari tahun ke tahun ? Dalam kemacetan, sekitar 20% waktu kerja mesin dihabiskan dalam 0 km/jam alias berhenti. Berhenti dengan mesin hidup sama artinya dengan membuang BBM, karena ranmor (kendaraan bermotor) sedang kehilangan fungsinya sebagai alat transportasi. Ketika kendaraan mulai diakselerasi (digas), mesin harus mengatasi gaya inersia yang timbul akibat percepatan dengan cara membakar BBM ekstra.Baru beberapa meter bergerak, ranmon sudah harus direm (deselerasi) hingga berhenti kembali. Ketika menginjak pedal rem, pedal gas tentunya dilepas.Pada waktu itulah sejumlah BBM yang telanjur meninggalkan tangki BBM tidak akan terbakar dan terbuang percuma. |
|
Selengkapnya...
|
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 13 - 24 dari 72 |
|
|
|
Gabung Milis HVRC |
MARCHANDISE
Side Bag Rp.125.000,-, Topi Rp. 22.500,-
Hub : 0818644816
|
|