|
7 Peti Mati (7 Deadly Bins) |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Web Admin
|
|
Sabtu, 29 Maret 2008 |
|
Artikel berikut adalah 7 skenario tabrakan yg didasari dari kecelakaan yg sebenarnya dimana si pengendara2 motor ybs tewas. Mereka tak sempat menerangkan apa yg salah, jadi dibuatlah skenario ini, menghindari maut dan tetap selamat dgn mempelajari kesalahan mereka. 1. Perpotongan Jalur Berbahaya (Junction Jeopardy)
Pembunuh nomor satu, tabrakan di perpotongan jalur selalu sama dan berakibat serius, dapat terjadi pada siapa saja yg biasanya pengendara lain yg terlibat mengklaim bahwa mereka tak melihat ada motor datang, meskipun begitu pengendara motor bisa menghindari dgn defensive riding dan tetap awas.
Apa yg salah : Pengendara motor berjalan di belakang sebuah mobil, ketika mobil tsb belok kiri, motor melaju bermanuver melewati mobil tsb di sisi kanan, ternyata dari arah kiri ada mobil lain yg melaju baik lurus maupun belok kanan/kiri. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Sabtu, 29 Maret 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Web Admin
|
|
Jumat, 28 Maret 2008 |
|
Sumber : http://bima.ipb.ac.id/~anita/tips_hemat_bbm.htm Tip's Hemat BBM (Terimakasih buat Wiwied yang sudah mengirimkan tips ini) Macet boros, ngebut pun boros Laporan Strategic Urban Road Infrastructure (SURIP) pada 1997 menunjukkan karakteristik transportasi perkotaan Indonesia dicirikan oleh kemacetan yang kian serius. Salah satu penyebabnya, perilaku mengemudi pemakai jalan yang tidak disiplin. Kemacetan ini memboroskan BBM senilai sekitar Rp 10 triliun/tahun. Itu baru tahun 1997, apalagi sekarang dengan semakin bertambahnya jumlah kendaraan yang ada di jalanan, mungkin kita juga bisa melihat hal itu, berapa kali peningkatan jumlah kendaraan dari tahun ke tahun ? Dalam kemacetan, sekitar 20% waktu kerja mesin dihabiskan dalam 0 km/jam alias berhenti. Berhenti dengan mesin hidup sama artinya dengan membuang BBM, karena ranmor (kendaraan bermotor) sedang kehilangan fungsinya sebagai alat transportasi. Ketika kendaraan mulai diakselerasi (digas), mesin harus mengatasi gaya inersia yang timbul akibat percepatan dengan cara membakar BBM ekstra.Baru beberapa meter bergerak, ranmon sudah harus direm (deselerasi) hingga berhenti kembali. Ketika menginjak pedal rem, pedal gas tentunya dilepas.Pada waktu itulah sejumlah BBM yang telanjur meninggalkan tangki BBM tidak akan terbakar dan terbuang percuma. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Web Admin
|
|
Jumat, 28 Maret 2008 |
TERIMA KASIH HONDA ATAS PELAYANANNYA YANG MEMUASKAN tanggal 9 juni 2007, saya membeli motor honda revo dengan warna biru. saya sangat senang sekali dan bangga karena pada saat itu orang yang menggunakan motor revo masih sedikit. sehingga kalau saya berkendara di jalan raya, orang pada liatin saya dengan motor revo yang keren banget. tapi sekarang ini, orang dah pada “kebal” liatin motor revo. karena yang lain dah banyak pake revo. hehe… namun, pada tanggal 18 maret 2008 sekitar jam 4 sore-an, motor revo saya mengalami gangguan yang menggangu (sebelumnya ada gangguan kecil, seperti bunyi2 bagian depan dan belakang yang disebabkan motor revo bodynya dari plastik). yaitu, speedometernya mati total. saya sebagai orang awam nggak tau apa yang menyebabkan mati, atau kabel mana yang putus. padahal saya rutin men-service motor revo saya setiap dua bulan sekali atau setiap kelipatan 2000 km sesuai kpb (kartu perawatan berkala) honda. kemudian tanggal 19 maret sekitar jam 11-an, saya mengirim sms ke honda pusat dengan niat iseng2 aja, dengan mengetik format (saya melihat format-nya melalui rubrik honda kita) : ahm <space> care <space> nama#kota#nomor telepon#suara hati anda, ke 9333 dengan tarif yang sangat murah, cuma 500 perak. saya menuliskan permasalahan saya tentang putusnya speedometer. padahal baru 9 bulan saya beli motor revo saya itu |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Honda Icon, Pengancam Sejati Yamaha Mio (I) |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Kamis, 27 Maret 2008 |
By Girifumi Di pertengahan bulan Ramadhan lalu secara tak terduga AP Honda, Co. Ltd selaku ATPM Honda Motorcycle di Thailand, merilis Honda Icon. Berpostur pendek mengingatkan akan Honda Click (di sini Vario). Jadi total untuk pangsa pasar Asia Tenggara terdapat tiga produk skuter matik. Honda Click, Honda Air Blade, dan terakhir Honda Icon ini. Honda Air Blade tidak menjadi mainan AHM lebih dikarenakan kejelian pihak marketing yang melihat Nouvo Z angka penjualannya yang seret. Bukanlah skuter berpostur tinggi dengan banderol yang ikutan tinggi yang diinginkan oleh masyarakat Indonesia. Maka dipasarkanlah Honda Vario. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 27 Maret 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 41 - 50 dari 101 |