By Girifumi Di pertengahan bulan Ramadhan lalu secara tak terduga AP Honda, Co. Ltd selaku ATPM Honda Motorcycle di Thailand, merilis Honda Icon. Berpostur pendek mengingatkan akan Honda Click (di sini Vario). Jadi total untuk pangsa pasar Asia Tenggara terdapat tiga produk skuter matik. Honda Click, Honda Air Blade, dan terakhir Honda Icon ini. Honda Air Blade tidak menjadi mainan AHM lebih dikarenakan kejelian pihak marketing yang melihat Nouvo Z angka penjualannya yang seret. Bukanlah skuter berpostur tinggi dengan banderol yang ikutan tinggi yang diinginkan oleh masyarakat Indonesia. Maka dipasarkanlah Honda Vario.
Yang ditawarkan oleh Icon sendiri tidak berbeda dengan Vario. Lampu besar ganda yang terletak di sayap dengan dimensi yang lebih kecil. Pola pikir orang Indonesia mampu diubah oleh nama besar Honda. Kymco sebagai raksasa skuter matik terpaksa mengubah desain lampu utama Free Ex untuk menyesuaikan needs & wants pengguna produknya berdasarkan riset yang dilakukannya. Kemudian fitur keamanan yang sudah seharusnya mutlak menjadi peranti standar skuter matik. Parking Brake Lock, kunci tuas rem belakang yang mencegah skuter’ndeloyor. Indonesiane opo iki? Pendeknya mirip handbrake pada roda empat, bermanfaat saat ada di tanjakan atau di kala berhenti di lampu merah. Kemudian S3, yang ini bukan Sales, Service, Spare Part, namun Side Stand Switch. Skuter tidak akan hidup selama standar ini dalam posisi vertical. Begitu pula, saat skuter hidup, tinggal mengayunkan ke bawah standarnya maka mesin akan mati. Di balik kelebihannya, tinggal gas rem. Namun, skuter juga mengancam penggunanya. Telah marak di sejumlah milis, video klip yang menggambarkan terlalu mudahnya skuter berjalan oleh seorang bocah sekalipun. Kemudian, kunci pengaman model hexagon. Ini merupakan standar penghambat pencuri motor Honda saat ini. Dengan model yang bervariasi setidaknya akan melambatkan kerja maling jahanam. * Sumber : http://kafemotor.org/2007/12/21/honda-icon-pengancam-sejati-yamaha-mio-i/ |