header
Login Form
Main Menu
Home
Brotherhood Links
Kontak Kami
Search
Profil
Struktur Organisasi
Modifikasi
Download
Tips & Trik
Club Vario
Video
mIRC Dalnet
Syarat Pendaftaran
Foto Galeri
Anda koneksi dari : 38.103.63.58
User Online
No users online
Jumlah Anggota
934 registered
0 today
0 yesterday
0 this week
0 this month
Last: assik offline
YM! H-VRC
Dekeizer
Apiet
Kampoengjava
Omde
HVRC000
Juragan Roti
Steven
Cek E-mail
Pengguna
Sandi
Statistics
Anggota: 935
Berita: 188
Pranala: 37




Powered by IP2Location.com
Negara Pengunjung
Totals Top 20
 76 % Indonesia
 7 % Russian Federation
 6 % United States
 2 % United Kingdom
 < 1.0 % Germany
 < 1.0 % Israel
 < 1.0 % Japan
 < 1.0 % China
 < 1.0 % Unknown
 < 1.0 % Korea, Republic of
 < 1.0 % Brazil
 < 1.0 % Malaysia
 < 1.0 % Hong Kong
 < 1.0 % Turkey
 < 1.0 % Poland
 < 1.0 % India
 < 1.0 % France
 < 1.0 % Netherlands
 < 1.0 % Saudi Arabia
 < 1.0 % Canada
Browser
Totals Top 10
 46 % Internet Explorer 6.0
 13 % Internet Explorer 5.01
 11 % Internet Explorer 7.0
 7 % FireFox 2.0.0.14
 6 % FireFox 3.0.1
 4 % FireFox 2.0.0.12
 4 % FireFox 2.0.0.16
 3 % FireFox 3.0.3
 3 % FireFox 3.0
 3 % FireFox 2.0.0.11
Search ...
Headline News
Newsflash
Pertamax Vs Premium PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh dekeizer   
Kamis, 03 April 2008
Pertamax Vs Premium
Pilih Sesuai Kompresi

Harga Pertamax dan Pertamax Plus melangit, membuat anda memilih menggunakan premium
,sudah pasti tenaga akan berkurang. Wajar saja karena angka oktan keduanya berbeda.
Pertamax dipatok 92-95, sedangkan Premium di angka 82. Angka oktan menyatakan kandungan
molekul iso oktan di bensin. Molekul ini yang menahan terjadinya
mengelitik atau detonasi. Sehingga makin tinggi oktan, kuat terhadap kompresi tinggi.

Kompresi berbanding lurus dengan angka oktan. Kompresi wajib diimbangi oktan tinggi.
Kesesuaian angka oktan dengan kompresi akan memperkecil kemungkinan terjadi gejala
menggelitik.
Kalau tetap memaksakan motor dengan kompresi tinggi menggunakan oktan rendah maka piston akan jebol. Biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih besar. Artinya, mengubah
penggunaan Premium tergantung kompresi motor. Dalam kondisi estede, lihat saja spesifikasi teknis kendaraan yang dibuat oleh pabrikan. Motor 4-tak lokal biasanya
memiliki kompresi kisaran antara 9:1 hingga 9,3:1. Bahkan, motor 4-tak impor seperti Suzuki Satria F150 berkompresi 10,2:1.

Jika ingin tidak mengalami detonasi maka turunkan kompresi. Ganjal head silinder dengan paking yang lebih tebal. Konsekuensinya, tenaga motor akan melorot. Sebenarnya tidak masalah karena ini untuk penggunaan harian bukan balap.

Mengoplos aditif octane booster, penambahan itu tidak signifikan karena kandungan kimia octane seperti Metil Cyclo Pentan Dienyl Manganis Tricarbonil (MMT) tidak akan
besar mendongkrak angka oktan.

Untuk motor 2 tak, biasanya perbandingan kompresi lebih rendah. Jadi pindah penggunaan Pertamax ke Premium tidak masalah. Kebutuhan motor 2-tak terhadap kriteria bahan bakar dianjurkan menggunakan Premium. Seperti kompresi Kawasaki
Ninja-RR 7,2:1. Data Premium beroktan 82-92. Cukup menyuplai kebutuhan motor berkompresi 7:1-9:1. Memang penggunaan Premium perlu diwaspadai. Karena bahan bakar
itu belum bebas timbel (luar Jabotabek).

Angka oktan bensin yang beredar di Indonesia lebih rendah dibanding dengan sejenis
di negara lain. Karena kita menganut Research Octane Number (RON). Sedangkan di
negara lain, seperti Malaysia menganut Pump Octane Number (POM). Angka POM didapat
dari penjumlahan RON dan MON (Motor Octane Number). Hasilnya dibagi dua. Dengan
demikian, kalau angka RON Pertamax dikonversikan ke POM sudah pasti angkanya turun.
Jadi kualitas bahan bakar memang tidak baik.

Rasio kompresi motor, sangat menentukan dalam pemilihan bahan bakar. Cobalah mengetes motor kompresi tinggi diberi perlakuan beda. Seperti Suzuki Satria F150
kompresinya 10,2 : 1. Pertama tes diisi Pertamax, lalu digeber keliling Jakarta pas
jam macet. Dari pukul 15:50-16:30.

Kondisi berboncengan. Pengendara 70 kg dan boncenger 60 kg. Hasilnya mencapai jarak
tempuh 64 km. Menghabiskan Pertamax 2.100 cc atau 2 liter lebih 100 cc. Berarti bisa
dicari pemakaian BBM-nya, yaitu sekitar 30,5 km/liter.

Perlakuan kedua diisi Premium. Tentu setelah tangki dikuras. Dites sendirian tanpa
boncenger, berat pengendara 65 kg. Dites di Jakarta sekitar jam 10 pagi.

Kesimpulannya, Pertamax lebih irit meski dengan beban berat. Karena tidak ada
detonasi dan menghasilkan tenaga gede. Beda dengan menggunakan Premium. Gas harus
dipelintir habis melulu sehingga boros.

Perbandingan Angka Oktan dan Kompresi. Pertamax Plus Oktan= 95, Kompresi= 10:1 -
11:1. Pertamax Oktan= 92, Kompresi= 9:1 - 10:1. Sedangkan Premium Oktan= 82,
Kompresi= 7:1 - 9:1. Jadi mau pilih BBM yang mana, terserah anda saja.


(Sumber : Motorplus-online.com)
Pemutakhiran Terakhir ( Rabu, 14 Mei 2008 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >