header
Login Form
Main Menu
Home
Blog
Brotherhood Links
Kontak Kami
Search
Profil
Struktur Organisasi
On The Spot (Galeri)
Modifikasi
Download
Tips & Trik
Club Vario
Video
mIRC Dalnet
Anda koneksi dari : 38.103.63.17
User Online
Saat ini ada 2 tamu dan 1 anggota online
Forum Terakhir
1: modifikasi vario (9)
2: mau tanya neh ?? (5)
3: Bikin Parkir Vario T... (3)
4: Kulo Nuwun.... (21)
5: Thanks buat OMDE (4)
Jumlah Anggota
668 registered
4 today
4 yesterday
14 this week
14 this month
Last: wildan offline
Statistics
Anggota: 668
Berita: 165
Pranala: 30
Negara Pengunjung
Totals Top 20
 73 % Indonesia
 5 % United States
 5 % Russian Federation
 3 % United Kingdom
 2 % Israel
 < 1.0 % Germany
 < 1.0 % China
 < 1.0 % Japan
 < 1.0 % Unknown
 < 1.0 % Korea, Republic of
 < 1.0 % Brazil
 < 1.0 % India
 < 1.0 % Poland
 < 1.0 % Hong Kong
 < 1.0 % Malaysia
 < 1.0 % Turkey
 < 1.0 % France
 < 1.0 % Italy
 < 1.0 % Philippines
 < 1.0 % Belarus (Byelorussia)
Browser
Totals Top 10
 47 % Internet Explorer 6.0
 11 % Internet Explorer 7.0
 10 % Internet Explorer 5.01
 10 % FireFox 2.0.0.14
 6 % FireFox 2.0.0.12
 5 % Internet Explorer 5.5
 5 % FireFox 2.0.0.11
 3 % FireFox 2.0.0.13
 2 % FireFox 2.0
 < 1.0 % FireFox 3.0
Search ...
Newsflash

KOPDAR : Kamis jam 16.30 wib depan Gedung Sate dan Sabtu Jam 19.00 di XL Center Jl. Riau 

 
Memilih dan Merawat Ban Motor PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Web Admin   
Jumat, 04 April 2008
By Girifumi

Di kalangan bikers ban merupakan peranti standar yang wajib ada. Ya iyalah, gimana bisa ‘nggelindhing tanpa ban? Banyak pilihan dalam memilih ban mulai dari jenis tubeless dan pakai ban dalam atau tidak. Kesulitan Imagememilih bertambah kian maraknya merek ban dan jenis kembangannya istilah kerennya pattern.

Langkah awalnya yang sederhana adalah memilih ban yang di bannya terdapat label SNI. Untuk mendapatkan label SNI ini perusahaan ban maupun importir harus melakukan pengujian di laboratorium yang telah ditunjuk di Indonesia. Sample diambil dari pabrik ataupun yang ada di pasaran kemudian disegel sedemikian rupa lalu dikirimkan ke laboratorium.

Pada umumnya pengujian bersifat destruktif (merusak). Ini untuk mengetahui tingkat kemampuan ban itu sendiri. Banyak keuntungan bila kita memilih ban dengan label SNI. Pertama, safety. Hal ini menjadi kita lebih yakin mempergunakannya. Kedua, produk dalam negeri akan lebih terlindungi. Dalam arti keran impor tidak dibuka lebar-lebar tanpa kualifikasi. Ada beberapa kasus mengenai ban yang tidak terangkat ke permukaan. Ini lebih dikarenakan terlalu mudahnya memasukan barang dan tentu saja murahnya ban tersebut. Murah tentu saja terkait dengan harga. Namun, pentingkah itu bila dikaitkan dengan nyawa? Sungguh terlalu !

ImagePerbedaan harga tidak terpaut jauh bila dibandingkan dengan ban standar. Tentu saja pabrik ban telah memperhitungkan hal ini. Jadi jangan kuatir kemahalan. Harga biasanya yang mempermainkan adalah penjualnya. So..pilihlah bengkel yang terpercaya dan direkomendasikan. Gitu aja kok repot…

  1. Mempertahankan ban standar adalah solusi bijak. Jika memang basah atau hujan menjadi perhatian utama maka ban dengan karakter kontak area yang lebar akan menjadi pilihan terbaik. Mungkin untuk jenis bebek 100 - 150 cc ban belakang menggunakan 80/90-17, 90/90 atau 90/80-17 atau 100/70 or 100/80-17. Untuk jenis sport 150 - 250 cc, 100/80, 120/80 atau 130/70 merupakan alternatif yang menarik.
  2. Khusus range tapak 100 ke atas sesuaikan dengan velg yang ada.Untuk profile sesuai yang diharapkan mesti dipasangkan velg yang tepat. Jika tidak maka percuma, karena karakter handling yang diharapkan tidak akan maksimal. Jika velg lebih kecil dari yang seharusnya tapak ban akan meruncing.
  3. Kembangan. Bila ingin terlihat keren, bilang aja pattern. Dijamin sampeyan mirip bule yang bikin ban Michelin.Tapi gak keren ah, lah kalah mulu sama Bridgestone. Untuk penggunaan harian unsur fashion lebih dominan. Sepanjang pattern cukup streamline, terlihat aliran bagus maka sistem buangan air akan bagus pula. Karakter blok dapat ditemui pada ban tipe off road ataupun yang menganut dua medan. Tanah bisa, aspal oke. Tipe ini memiliki bentuk pattern dengan disusun oleh knob agar memiliki tekanan ke dalam tanah yang labil untuk mencapai lapisan yang stabil, misal tanah merah berlumpur. Dasar tanah ada yang keras namun lapisan atas sangat labil (lumpur). Namun ada beberapa karakter blok dengan kedalaman groove yang tidak terlalu dalam juga maksimal untuk jalan basah.
  4. Tekanan ban. Terdapat salah kaprah yang ada saat ini. Dengan mengurangi angin. Di tabloid Otomotif pun menganjurkannya beberapa edisi lalu. Hal ini lebih memberi kesan ban lebih lebar dengan harapan akan lebih menapak dengan sempurna. Pada kenyataannya bentuk profile center tread membelah sehingga bagian tengah dari ban tersebut tidak memiliki tekanan ban yang sempurna ke aspal. Justru hal ini akan membahayakan disebabkan respon pengereman akan berkurang. Untuk amannya untuk mengisi angin sesuai anjuran pabrik.

So…gak susah kan pilah pilih ban?

By the way, thanx to Mr. Yulianto dari FDR, Pak Edy Sutanto dari Blackstone sehingga terbuat artikel ini. Semoga bermanfaat bagi bikers sekalian. (PS. Aku sudah kontak ke IRC susahnya minta ampun… Yo wis lah. Pokoke rampung…).

Sumber foto: http://bp3.blogger.com/_lJ34JiCyIJ8/RtTCEyMmJ0I/AAAAAAAAAFc/CjPdLJlmoFc/s320/Ban+2.JPG

Artikel diambil dari KafeMotor - http://kafemotor.org
URL ke artikel: http://kafemotor.org/2007/12/12/memilih-dan-merawat-ban-motor/

Pemutakhiran Terakhir ( Jumat, 04 April 2008 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
Latest News
Popular
Slide Show Galeri
YM! H-VRC
Dekeizer
Apiet
Kampoengjava
Olga
Omde
HVRC000
Juragan Roti
Gabung Milis HVRC






persib bandung




MARCHANDISE


Side Bag Rp.125.000,-, Topi Rp. 22.500,-
Hub : 0818644816


Powered by  MyPagerank.Net