header
Login Form
Main Menu
Home
Brotherhood Links
Kontak Kami
Search
Profil
Struktur Organisasi
Modifikasi
Download
Tips & Trik
Club Vario
Video
mIRC Dalnet
Syarat Pendaftaran
Foto Galeri
Anda koneksi dari : 38.103.63.58
User Online
No users online
Jumlah Anggota
951 registered
0 today
1 yesterday
16 this week
17 this month
Last: adhy offline
YM! H-VRC
Dekeizer
Apiet
Kampoengjava
Omde
HVRC000
Juragan Roti
Steven
Cek E-mail
Pengguna
Sandi
Statistics
Anggota: 952
Berita: 194
Pranala: 37




Powered by IP2Location.com
Negara Pengunjung
Totals Top 20
 78 % Indonesia
 6 % Russian Federation
 5 % United States
 2 % United Kingdom
 < 1.0 % Germany
 < 1.0 % Israel
 < 1.0 % Japan
 < 1.0 % Unknown
 < 1.0 % China
 < 1.0 % Korea, Republic of
 < 1.0 % Malaysia
 < 1.0 % Saudi Arabia
 < 1.0 % Brazil
 < 1.0 % Hong Kong
 < 1.0 % Turkey
 < 1.0 % Poland
 < 1.0 % India
 < 1.0 % France
 < 1.0 % Netherlands
 < 1.0 % Canada
Browser
Totals Top 10
 47 % Internet Explorer 6.0
 12 % Internet Explorer 7.0
 11 % Internet Explorer 5.01
 7 % FireFox 3.0.1
 6 % FireFox 2.0.0.14
 4 % FireFox 3.0.3
 4 % FireFox 3.0
 4 % FireFox 2.0.0.12
 3 % FireFox 2.0.0.16
 3 % FireFox 2.0.0.11
Search ...
Newsflash
Gathering Vario Jawa Barat & Sekitar Tanggal 24-25 Januari 2009. - Safety Riding Capaign - Sunatan Massal - Donor Darah - Invitasi Bilyar antar Club Vario
 
Memilih Pelumas Sesuai Karakter Mesin PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Web Admin   
Kamis, 21 Agustus 2008

By: Castrol Mania


Untuk mendapatkan kinerja mesin yang optimal, penting untuk memilih oli yang
berkualitas dan sesuai karakter mesin. Salah satu komponen yang terpenting dari kinerja sebuah mesin adalah minyak pelumas atau oli. Minyak pelumas berfungsi mengurangi terjadinya gesekan-gesekan antarkomponen yang dapat mengakibatkan kerusakan pada mesin. Selain itu, minyak pelumas sekaligus berfungsi sebagai pelicin jalan bagi komponen-komponen tersebut.


Pada saat mesin bekerja, gesekan terjadi berulang-ulang antarkomponen mesin. Hal inilah yang dapat mengakibatkan keausan atau kerusakan pada bagian permukaan komponen tersebut. Nah, minyak pelumas inilah yang kemudian berfungsi membuat permukaan antarkomponen menjadi licin, sehingga gesekan langsung antarkomponen mesin tersebut dapat dicegah. Besarnya gesekan bisa menyebabkan mesin mengalami overheat hingga macet atau menyebabkan kerusakan pada silinder, piston, klep, lahar dan lainnya, seperti ketidakberesan pompa oli, kebocoran saluran oli, dan bisa juga karena faktor salah pemakaian jenis oli itu sendiri.


Proses pembakaran di dalam dapur pacu mesin dapat menimbulkan oksidasi sehingga menghadirkan kerak dan korosi pada logam. Di sinilah, oli berfungsi untuk membersihkan bagian-bagian mesin dari oksidasi dan mencegah terjadinya karat di dalam mesin. Berdasarkan bahan bakunya, ada tiga jenis oli yang beredar di pasar, yakni mineral, semi sintetis, dan sintetis. Oli mineral, bahan dasarnya adalah minyak bumi yang diolah menjadi minyak pelumas. Jika kemudian hasil olahan tersebut ditambah dengan bahan sintetis lain untuk mencapai standar mutu yang lebih baik, maka produknya disebut pelumas semi sintetis.


Kualitas lebih tinggi lagi disebut oli sintetis. Oli sintetis kebanyakan dipergunakan untuk kendaraan yang sering dipacu dengan kecepatan yang cukup tinggi seperti balap. Dan tentu saja, harga oli sintetis ini lebih mahal dari harga oli mineral. Kekentalan oli (viskositas), standarnya diklasifikasikan berdasarkan tingkat kekentalannya. Dalam kemasan oli, biasanya ditemukan kode huruf dan angka yang memperlihatkan hal itu. Contohnya SAE 40, SAE 50, SAE 90, dan seterusnya. SAE singkatan dari Society of Automotive Engineers atau Ikatan Ahli Teknik Otomotif, yang menetapkan standar kekentalan pada suhu 100 oC. Angka di belakang huruf SAE menunjukkan tingkat kekentalannya. Kode angka multi grade seperti 10W-50 merupakan kekentalan yang bisa berubah-ubah sesuai suhu di sekitarnya. Huruf W di belakang angka 10 adalah singkatan Winter (musim dingin). Jadi pelumas tersebut artinya mempunyai tingkat kekentalan yang setara dengan SAE 10 (di udara dingin), tapi ketika udara panas kekentalannya sama dengan SAE 50.


Dari sini, oli ternyata tidak hanya berfungsi sekedar melicinkan permukaan komponen mesin. Tetapi juga bisa berfungsi sebagai pendingin sekaligus pembersih kotoran-kotoran yang ditinggalkan akibat terjadinya gesekan komponen tersebut. Fungsinya sebagai pendingin, oli akan bekerja mengurangi panas yang ditimbulkan oleh gesekan antarkomponen mesin. Tingkat kekentalan pelumas berdasarkan standar internasional meliputi tiga hal, yaitu viskositas, indeks viskositas dan titik tuang. Viskositas merupakan ukuran besar hambatan sebuah fluida (pelumas) untuk dapat mengalir. Penentuan kekentalan pelumas yang sesuai dengan karakter mesin yang kita miliki biasanya telah direkomendasikan oleh produsen kendaraan.
Sebab, kekentalannya akan sangat berhubungan erat dengan spesifikasi mesin dan kondisi operasi mesin seperti kecepatan, beban dan temperatur. Sementara itu, untuk indeks viskositas merupakan suatu ukuran perubahan viskositas terhadap temperatur. Viskositas pelumas akan turun jika temperatur naik, dan sebaliknya. Namun, perubahan ini tidak akan sama untuk semua pelumas.
Sedangkan untuk titik tuang merupakan temperatur terendah agar pelumas mengalir. Pelumas sintetik pada umumnya mempunyai titik tuang yang rendah dibandingkan dengan pelumas jenis mineral maupun semi-sentitik. Sehingga, daerah operasi pelumas sintetik lebih luas, mulai dari daerah yang paling dingin didalam mesin hingga yang paling panas.


Mengenai mutu oli, klasifikasinya ditentukan oleh API (American Petroleum Institute). Klasifikasi mutu sebuah oli ditandai pada kemasannya dengan kode huruf, biasanya ada dua bagian yang dipisahkan dengan garis miring, misal API Service SG/CD, SH+/CE+, dan sebagainya. Kode dengan huruf S adalah kependekan dari service (atau spark yang berarti percikan api). Biasanya hal ini menunjukkan spesifikasi pemakaian oli untuk mesin bensin. Sedangkan huruf C adalah kependekan dari commerce (atau compression karena pembakaran terjadi pada tekanan udara yang lebih tinggi). Huruf ini menunjukkan untuk spesifikasi pemakaian oli mesin diesel. Kemudian untuk huruf kedua pada kode adalah tingkatan mutunya sesuai dengan urutan huruf alphabet. Semakin mendekati huruf Z, maka semakin tinggi atau baik mutunya.

BUKU PANDUAN
Melihat arti penting oli bagi performa dan daya tahan mesin, maka sebelum memilih oli, sebaiknya seseorang terlebih dahulu memahami secara jelas tentang jenis mesin kendaraan, mulai tahun pembuatan, sistem kerja mesin dan lain sebagainya. Untuk ini, cara mudahnya adalah dengan mempelajari buku panduan (manual book) kendaraan yang dikeluarkan oleh pabrikan kendaraan untuk mengetahui jenis pelumas dan karakteristik seperti yang direkomendasikan oleh pabrik.
Jika buku petunjuk manual menyarankan si pemakai harus menggunakan pelumas untuk SAE 20W-50, maka jangan membeli oli dengan standar viskositas yang berbeda. Apalagi karena alasan lebih murah dan sebagainya. Sebab kinerja dan karakter mesin memerlukan spesifikasi oli tersendiri. Terpenting dari semua itu, belilah oli yang benar-benar berkualitas, sesuai dengan karakter mesin Anda. Dan waspadalah terhadap oli palsu. Belilah oli di tempat penjualan atau bengkel resmi.

PERSAINGANNYA SELICIN OLI
Sejak diberlakukannya Keppres No 21/2001 tentang Penyediaan dan Pelayanan Pelumas -- yang mengakhiri monopoli Pertamina -- persaingan pasar pelumas dalam negeri semakin ketat. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai merek oli terkemuka dunia di Indonesia. Sebagian di antaranya telah membuka pabrik di Indonesia. Sedikitnya enam merek produk terkenal memiliki pabrik pelumas di Indonesia, seperti PT Pertamina (persero), PT Wiraswasta Gemilang Indonesia (WGI), PT Castrol Indonesia, PT Nusaraya Putramandiri, PT Agip Lubrindo Pratama, dan PT Dirga Buana Nusantara.
Selain harus menyediakan lebih banyak merek dan oli berkualitas di pasaran, tentu saja Keppres itu juga akan memacu para produsen oli untuk lebih meningkatkan kualitas oli yang diproduksinya. Saat ini, sekitar 200-an merek pelumas, telah beredar di pasaran dalam negeri, baik produk lokal (Indonesia) maupun impor. Di antaranya, Fastron, Meditran, PrimaXP, Evalube, Pennzoil, Castrol Power1, Motul, Top 1, BM1, Fucsh, Agip, Shell Helix, Syntium, Adnoc, Valvoline, dan Krieger.
Menurut data Asosiasi Produsen Pelumas di Indonesia (Aspelindo), Pertamina yang meluncurkan berbagai macam produk pelumas, menguasai pangsa pasar pelumas Indonesia sekitar 54 persen. Kemudian disusul pelumas merek Pennzoil dan Evalube dari PT WGI sebesar 12 persen, Top 1 (11 persen), Castrol (5 persen), Shell dan Agip (3 persen), dan Motul (1 persen). Sisanya diperebutkan berbagai merek pelumas lainnya.


Menghadapi persaingan yang demikian ketat ini, sejumlah produsen oli telah menyiapkan berbagai strategi untuk merebut pasar pelumas dalam negeri. PT Castrol Indonesia, beberapa waktu lalu melakukan serangkaian aktivasi untuk lebih mengakrabi pasar. Di antaranya dengan memadupadankan program promosi dan edukasi kepada pelanggannya dengan menukarkan tutup botol pelumas buatan Castrol.
"Kami memadupadankan program promosi dan edukasi kepada para pelanggan kami, juga dealer, pengelola bengkel dan mekanik untuk lebih mendekatkan Castrol pada pasar yang lebih luas di Indonesia," tutur Sunil Aima, presiden direktur PT Castrol Indonesia, di sela-sela peluncuran promosi konsumen 'buka tutupnya, dapetin hadiahnya' di Jakarta, pekan lalu. Hal yang sama juga dilakukan berbagai pabrikan lainnya seperti PT WGI yang meluncurkan program promo konsumen. Promo semacam ini terbilang sukses. Sebab, dari dua hingga tiga bulan program ini berjalan, puluhan ribu konsumen pelumas merek tertentu turut berpartisipasi dalam program ini. "Ini salah satu bentuk perhatian kamikepada konsumen," kata Dirut PT WGI, Ari Batubara ketika itu.
Produsen lainnya juga ikut melakukan kegiatan serupa demi memperluas pangsa pasarnya. Baik melalui promo konsumen, maupun dengan menjadi sponsor utama pada berbagai road-race, atau menjadi pendukung utama pembalap tertentu. General Manager Pelumas PT Pertamina (persero) Djaelani Soetomo mengatakan, untuk menghadapi persaingan yang makin ketat ini, dibutuhkan inovasi yang brilian. "Tapi, inovasi saja tidaklah cukup, kami juga harus intens mengenal dan merangkul stakeholders bisnis pelumas," ujarnya.

Pemutakhiran Terakhir ( Jumat, 12 September 2008 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >