|
HAMPIR dapat dipastikan, masyarakat belum mengenali bagaimana perbedaan antara pengendara motor (bikers) yang tercatat sebagai anggota klub motor dan bikers geng motor. Bagaimana caranya agar masyarakat tahu perbedaan antarmereka? Cermati ciri-ciri seperti di bawah ini:
Ada beberapa ciri yang dapat menjadi patokan agar masyarakat terhindar dari berbagai kemungkinan tindak kejahatan yang kerap terjadi akibat ulah geng motor. Bikers yang menjadi anggota klub biasanya tampilan motornya lengkap dan terawat. Malah seringkali tampak sangat keren karena dilengkapi berbagai aksesori kendaraan. Sedangkan tampilan motor para geng biasanya tidak lengkap. Apakah tidak ada spionnya, lampunya, bodi motornya dipereteli, dll., sehingga tampilan keseluruhan terkesan tidak terawat. Para bikers anggota klub, kendaraannya dilengkapi identitas klub berupa stiker yang ditempel di bagian sepatbor belakang atau emblem yang ditempel di jaket. Beberapa ada juga yang mempunyai seragam khusus. Akan tetapi, biasa dikenakan pada saat touring saja atau ada event-event khusus. Para bikers kerap mejeng di pusat-pusat kota yang ramai dan terang. Sebaliknya, para geng motor beroperandi di kawasan pinggiran kota yang gelap. Kebiasaan berkumpul para bikers yang ngeklub, paling malam sampai pukul 22.00 WIB. Akan tetapi, para geng motor bisa sampai di atas pukul 00.00. Bahkan, tidak mengenal waktu, yang penting saat sasaran lengah. Seurakan apa pun, para bikers pasti memahami sistem safety riding. Pengetahuan ini menjadi materi penting yang diberikan klub pada saat mereka masuk menjadi anggota baru di organisasi. Sedangkan para geng motor mungkin tidak. Sebagai organisasi, klub-klub berdiri resmi dengan nomor izin yang diberikan Ikatan Motor Indonesia (IMI). Itulah sebabnya, setiap klub mempunyai nomor register masing-masing. Beberapa dari mereka juga tergabung di Forum Club Motor Bandung (FCMB) sehingga satu sama lain dapat saling berinteraksi antarsesama klub. Mereka juga mempunyai susunan keorganisasian yang lengkap, mulai dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan divisi-divisi. Kegiatan mereka lebih terarah karena mempunyai AD/ART. Sedangkan geng motor tidak, keorganisasian mereka cenderung seperti mafia dan kegiatannya hanya temporal. Sepintas, kedua tampilan mereka memang agak sulit dibedakan. Akan tetapi, jika kebetulan masyarakat menemukan bikers yang berbuat onar dan melihat tanda stiker di kendaraannya, masyarakat dapat segera melaporkannya kepada pengurus klub atau pihak berwenang. Organisasi biasanya akan menegur bahkan memecat anggota klub yang berbuat onar atau ugal-ugalan seperti itu. Nah, kini Anda sudah mengenali ciri-ciri mereka. Minimalnya, lihatlah stikernya. Jadi, bersiap-siaplah untuk melapor bila kebetulan Anda menemukan oknum bikers yang berbuat onar di jalanan. Anda siap? Kenapa tidak, bila itu untuk kepentingan bersama! (Eriyanti/"PR")*** |