|
Kasus Honda Tiger Masih Wajar |
|
|
|
|
Ditulis Oleh http://www.motorplus-online.com
|
|
Sabtu, 24 November 2007 |
Bunyi kasar di dalam silinder blok mesin Honda Tiger, bukan cuma pepesan kosong. Bahkan, sebagian pemilik sering merasa tidak puas atas jawaban dan perbaikan di bengkel resmi. untuk mendapat kepastian, mereka pun bertanya langsung ke rubrik bengkel Em-Plus. Seperti diutarakan Ismail dari Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Katanya seolah mewakili beberapa penanya, kenapa kalau pagi atau saat dipanaskan, beberapa detik kemudian mesin Tiger 2006 miliknya timbul bunyi dok...dok...dok... Cukup nyaring dan lumayan menyeramkan (gbr. 1). Perkiraan Ismail kayaknya oli mesin nggak naik ke atas untuk membasahi cam-shaft, piston, conecting-rod dan crank-shaft. Tapi, saat ditanyakan ke bengkel resmi, katanya per otomatis setelan rantai keteng harus diganti. “Dan anehnya, setelah diganti masalah itu tidak hilang juga. Apalagi sebabnya?” sesal Mail, sapaan karib Ismail.
 Wajar kalau mereka terus tanya dan tanya lagi. Apa kira-kira sumber suara aneh itu? Apa karena crank-shaft tidak center atau lantaran setingan spuyer dan lubang venturi karbu motor itu diperkecil, sehingga kerja piston semakin berat? Untuk memastikan penyebab munculnya gejala itu, baiknya tanya langsung ke pabrikan. “Terus terang kami belum dapat laporan keluhan resmi mengenai kasus itu. Namun, dapat kami informasikan bahwa bunyi pada awal mesin dihidupkan (pagi hari atau kondisi dingin) adalah sesuatu yang wajar,” yakin Yudi Yozardi, Corporate Communication Manager, PT Astra Honda Motor mewakili divisi klaim dan servis. Lanjut Yudi lagi, bunyi timbul karena pada saat itu pelumasan belum sempurna dan menyeluruh. Namun suara akan hilang setelah pelumasan menyeluruh dalam waktu 1-2 menit. Makanya untuk mempercepat, pada saat menghidupkan awal dapat dibantu ‘choke’. Karena akan membantu putaran mesin awal langsung mencapai 1.500 rpm (gbr. 2). Tapi, kalau memang suara itu dianggap tidak wajar, PT AHM perlu menganalisis lebih dalam pada unit itu. Apakah suara tidak hilang (muncul terus selama mesin hidup). Apakah jenis oli sesuai standar pabrikan dan sebagainya. “Semua itu akan jadi bahan analisis kami,” tutup Yudi. | Reporter : Kris Julianto | | Fotografer : Gusti Bambang I.J. | |